Friday, May 19, 2017

Eks Pegawai Merpati Minta Percepat Pencairan Sisa Pesangon

Lintasnusa.com - Ratusan Eks Pegawai Merpati menghadiri sarasehan tentang Surat Pengakuan Utang (SPU) dari PT. Merpati Nusantara Airlines di Gedung Basarnas Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (19/5/2017).
"Sarasehan ini kami lakukan agar kawan eks merpati sama-sama berjuang untuk usaha percepatan pencairan sisa
pesangon sebesar 60 persen dan kami akan membentuk semacam presidium sebagai wadah guna menghimpun kawan-kawan sebanyak seribu seratus lebih tersebut yang memiliki Surat Pengakuan Utang (SPU). Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pihak manajemen untuk bersama-sama menemui stake holder dalam hal ini kementerian BUMN dan menghimbau agar SPU bisa dipercepat tidak sampai menunggu hingga akhir Desember 2018." ujar Risman Azwar
Sebagaimana diketahui bahwa sejak Februari 2014 PT. Merpati Nusantara Airlines berhenti operasi, namun hingga saat ini maskapai tersebut belum dilikuidasi oleh Pemerintah selaku pemegang saham mayoritas kurang lebih 97 persen dan kabarnya pemerintah sedang mencari investor yang mau atau mampu mengatasi kesulitan maskapai tersebut.
Sementara pihak manajemen telah mengajukan Program Penawaran Paket Penyelesaian Permasalahan Pegawai (P5) dan sebanyak kurang lebih 1154 pegawai telah mengikuti program tersebut yang sampai hari ini sudah dibayarkan atau diselesaikan sebesar 40% dan sisanya yang 60 % belum diselesaikan yang mana ini dikenal dengan istilah Surat Pengakuan Utang (SPU) dan SPU tersebut akan dibayarkan selambat-lambatnya pada akhir  Desember 2018 setelah maskapai mendapatkan Investor yang dimaksud. (amrul)

1 comment:

  1. Semoga bukan basa basi , selamat berjuang teman.
    Jangan sampai nasibnya sama seperti prnsiunan yang tidak ada ujung pangkalnya

    ReplyDelete