Wednesday, October 25, 2017

Wisuda ke-59, Rektor Sampaikan Tiga Pesan

Lintasnusa.com- Kalau kita bicara hak jangan kita punya cita-cita dan target, ikuti seperti air yang mengalir dan suatu ketika pasti sampai kalau Allah sudah menentukan kesana. Dalam strategi menghadapi kehidupan, berusahalah selalu memudahkan urusan orang lain bukan urusan diri kita, karena urusan kita Allah yang memudahkan. Biasakan memberikan sesuatu yang lebih dari yang diminta, artinya sebagai umat yang beragama, kita kerjakan yang sunah.
Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Prof.Dr.Sumaryoto saat
membuka acara Wisuda ke-59, Rabu (25/10/2010) di TMII Jakarta.
“Insya Allah nantinya akan terbuka dalam hidup bermasyarakat karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” ujar Sumaryoto.
Wisuda ke-59 ini, kata Sumaryoto, diikuti 1.021 calon wisudawan yang terdiri dari 859 lulusan strata 1 dan 162 lulusan strata 2. Wisuda ini adalah wisuda yang keempat untuk periode semester genap 2016/2017.
‘Ini merupakan suatu prestasi yang menggembirakan, untuk semester genap ini kita berhasil mewisuda 6.012 wisudawan. Kita baru berjalan 13 tahun lebih Unindra ini dies natalis ke-14 pada 6 September lalu, dengan jumlah mahasiswa lebih dari 34 ribu ini tentunya memerlukan sejumlah dosen yang rasional yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Dengan demikian struktur dosen yang ada di Unindra ini memang masih berat,” jelasnya.
Dalam rencana pengembangan induk Unindra yang berlaku sejak 2004-2029 untuk 25 tahun, lanjit Sumaryoto, maka ditargetkan bahwa tahun 2029 ini Unindra memiliki kualifikasi dan kualitas pembelajaran yang memang bisa diandalkan, setelah itu mengarah pada pengembangan yaitu research university.
“Kalau kita melihat peringkat dunia jangan terlalu berharap, karena jangankan Unindra, sekaliber UI dan UGM pun masih diluar 100 besar dunia bahkan Asia. Tetapi kita tidak boleh pesimis dan berkecil hati. Walaupun demikian, Unindra bisa berkiprah di level nasional. Hal ini sangat positif dan memberi semangat tetapi kita tidak boleh lengah, ke depan kita berupaya keras terkait akreditasi PT maupun untuk meningkatkan kualifikasi dosen menjadi dosen yang punya catatan akademik. Ini tentunya sangat berat perjuangan UNINDRA,” ungkapnya.
Dengan kondisi finansial dan sarana prasarana yang masih standar, tambahnya, Unindra tidak boleh merasa pesimis. Ini hanya merupakan tantangan ke depan sehingga Unindra bisa berbicara yang lebih banyak lagi baik level regional maupun rasional. (Rul)

No comments:

Post a Comment